Tag: #NewMusic

  • Calvin Jeremy dan Rio Febrian Bersatu Kembali Lewat Single “Kita Sama-sama”

    Calvin Jeremy dan Rio Febrian Bersatu Kembali Lewat Single “Kita Sama-sama”

    Dua teman lama, Calvin Jeremy dan Rio Febrian, akhirnya kembali terkoneksi dan meluncurkan lagu baru berjudul “Kita Sama-sama”. Lagu ini lahir dari kolaborasi dua musisi yang telah berteman sejak lama dan menjadi bagian dari perjalanan Calvin Jeremy dalam menemukan kembali hubungannya dengan teman-teman lama.

    Calvin Jeremy dan Rio Febrian telah menjalin persahabatan sejak awal karier musik mereka, berbagi pengalaman, kesuksesan, dan tantangan. Kini, mereka kembali berkolaborasi dengan lagu yang sarat memori dan mencerminkan perubahan yang mereka alami sebelum kembali terhubung pada tahun 2026. “Kita Sama-sama” bercerita tentang perjalanan hidup yang penuh perubahan dan kenangan, serta bagaimana persahabatan dapat membantu melewati semua itu. Lagu ini menjadi pengingat bahwa kita tidak pernah benar-benar sendirian, selalu ada teman yang siap mendukung. Calvin Jeremy menjelaskan, “Kadang yang paling berat bukan jalannya, tapi berani melihat kenyataan. Tapi ya, hidup nggak berhenti di situ. Jalan terus aja.”

    Melalui lagu ini, Calvin Jeremy mengekspresikan misinya untuk kembali membangun pertemanan lama dan terhubung kembali dengan teman-temannya. Bersama Rio Febrian, ia mengenang momen pertama kali mereka bertemu, lamanya mereka saling mengenal, dan usaha mereka menciptakan kembali memori indah dari masa lalu. Rio Febrian menambahkan, “Ini tentang proses hidup masing-masing orang. Di setiap fase kehidupan pasti ada ketakutan-ketakutan yang berbeda, tapi itu manusiawi. Pada akhirnya, cara melewati itu berbeda-beda, tidak selalu berhasil, tapi harus dilewati.”

    “Kita Sama-sama” juga menandai langkah musik terbaru Calvin Jeremy setelah sebelumnya merilis “Lagu Orang Dewasa” pada 2025. Single ini menjadi kejutan sekaligus awal baru dalam perjalanan musikalnya bersama Rio Febrian. Lagu “Kita Sama-sama” kini sudah tersedia di semua platform musik digital mulai 28 Januari 2026. Dengarkan dan bagikan lagu ini dengan teman-temanmu untuk merayakan persahabatan dan kenangan bersama.

  • Featuz Kembali dengan “People Never Change”, Kisah Cinta yang Mengubah dan Menguatkan

    Featuz Kembali dengan “People Never Change”, Kisah Cinta yang Mengubah dan Menguatkan

    Musisi asal Bogor, Featuz, kembali dengan karya terbaru berjudul “People Never Change”, sebuah single reflektif yang lahir dari perjalanan personal serta fase hidup baru yang ia jalani dalam beberapa tahun terakhir. Lagu ini menjadi rilisan pertamanya sejak album debut Humans and Everything in Between (2023) dan sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan musikal maupun kehidupannya secara pribadi. Karya ini berangkat dari masa jeda dan keheningan yang ia alami setelah perilisan album tersebut, sebuah periode yang diiringi perubahan signifikan dalam hidupnya, termasuk pernikahan yang telah dijalaninya selama dua tahun terakhir. Dari pengalaman itu, Featuz menemukan pemaknaan baru tentang perubahan, yang menjadi bantahan atas anggapan sinis bahwa manusia tidak pernah berubah. Melalui lagu ini, ia menegaskan bahwa cinta yang tulus mampu mengubah seseorang secara alami tanpa paksaan.

    Secara emosional, “People Never Change” menyampaikan perasaan menemukan rumah, bukan sebagai tempat, melainkan sebagai seseorang. Lagu ini menangkap rasa lega, hangat, dan tenang ketika seseorang akhirnya merasa cukup serta diterima apa adanya, menjadi potret tentang pertumbuhan dan perubahan yang dijalani bersama, serta keyakinan bahwa cinta yang nyata memungkinkan hal tersebut terjadi. Proses penulisan lagu dimulai dari progresi chord dengan tujuan menciptakan rasa resolusi dan kelegaan setiap kali beat masuk. Melodi dan tangga nada kemudian berkembang secara organik hingga lirik mengalir secara natural. Berbeda dari kebiasaannya yang sering menghasilkan banyak draft, Featuz merasa lirik lagu ini langsung mewakili pesan dan perasaan yang ingin ia sampaikan.

    Dalam proses kreatifnya, Featuz juga mencoba pendekatan baru dengan memikirkan tema dan emosi terlebih dahulu sebelum masuk ke aspek teknis. Lagu ini bersifat sangat personal dan dikerjakan melalui refleksi mendalam atas kehidupan yang sedang ia jalani, dengan berbagai medium seperti film, artikel, dan wawancara sebagai sumber inspirasi untuk menggali makna yang lebih dalam. Sementara itu, artwork single “People Never Change” digarap oleh Hazbi Faizasyah menggunakan kamera film analog Canon FX dan Mamiya RB67 dengan teknik slow shutter, menghasilkan visual yang samar, hangat, dan abstrak sebagai representasi perubahan yang terjadi secara perlahan melalui cinta. Pendekatan visual ini sengaja menghindari ketajaman, menghadirkan nuansa nostalgia yang terasa seperti kenangan yang bergerak.

    Proses pengerjaan single ini juga menghadirkan sejumlah momen berkesan, termasuk kolaborasi dengan Hazbi Faizasyah dan Jazlyn Melody yang sebelumnya merupakan fotografer pre-wedding Featuz dan istrinya. Pengambilan gambar artwork dilakukan di taman depan rumah mereka, menciptakan suasana yang intim dan terasa seperti sebuah perjalanan yang kembali utuh. Proses rekaman berlangsung di Studio 45, studio pribadi Featuz dengan ruang rekaman baru yang digunakan untuk pertama kalinya dalam proyek ini, serta melibatkan Opay dari Swellow sebagai pengisi drum. Secara musikal, lagu ini menjadi ruang eksplorasi baru dengan penggunaan berbagai synthesizer seperti Yamaha Motif XF8, Nord Stage 3, Mini Nova, dan Sequential Prophet X untuk membangun nuansa hangat dan dreamy. Ia juga menggunakan bass pertamanya, Squier Affinity yang telah dimodifikasi, serta drum Yamaha Maple Custom dengan pendekatan rekaman bergaya lama agar terdengar kering dan intim, dilengkapi cymbals dari brand lokal Indonesia, Nebulae. Seluruh elemen diramu dengan pendekatan minimalis agar setiap suara memiliki makna.

    “People Never Change” juga menandai langkah baru Featuz bersama ENS Management dan menjadi single pertamanya di bawah naungan Demajors Records, dengan dukungan tim manajemen, label, serta sang istri sebagai bagian penting dalam proses penciptaannya. Melalui lagu ini, Featuz berharap pendengar dapat merasakan kehangatan, ketenangan, dan rasa pulang, sebagai pengingat bahwa perubahan adalah hal yang mungkin, terutama ketika dilakukan demi orang yang dicintai. Ia menegaskan bahwa rumah bukan sekadar tempat, melainkan perasaan yang kerap ditemukan dalam diri orang lain. Ke depannya, lagu ini akan menjadi pembuka menuju EP Home Again…, sebuah proyek yang akan mengeksplorasi makna rumah dari berbagai perspektif seperti kehilangan, kerinduan, keikhlasan, hingga cinta, sekaligus diiringi rencana perilisan video musik yang disutradarai oleh Hazbi Faizasyah.

  • SonaOne dan tlinh Bersatu Dalam “Polite” – Cinta, Emosi dan Gaya Dua Dunia

    SonaOne dan tlinh Bersatu Dalam “Polite” – Cinta, Emosi dan Gaya Dua Dunia

    Penyanyi rap, penerbit dan artis serba boleh dari Malaysia, SonaOne, kembali mewarnai dunia muzik dengan single terbaharunya berjudul “Polite”. Lagu ini menampilkan penyanyi dan rapper sensasi dari Vietnam, tlinh, yang terkenal dengan gaya muzik eksperimental serta kehadirannya yang memukau di pentas Asia. Kolaborasi ini bukan sekadar penyatuan dua suara, tetapi juga dua budaya yang berbeza dalam satu harmoni muzik yang menyentuh jiwa.

    Ditulis oleh SonaOne, tlinh dan SYA, serta diterbitkan oleh SonaOne sendiri, “Polite” mengisahkan tentang cinta yang masih bernyawa namun diliputi jarak dan kebisuan. Ia menceritakan perasaan yang tidak diucapkan, ruang di antara kerinduan dan kebimbangan, di mana diam menjadi bahasa paling jujur dalam hubungan yang tergantung. Dihasilkan dengan sentuhan produksi minimalis dan bunyi 808 yang bergetar seperti degupan jantung, lagu ini membawa pendengar ke dalam suasana emosi yang rapat, lembut namun sarat makna.

    Bagi SonaOne, kolaborasi ini merupakan hasil perjalanan panjang sejak lagu ini dicipta pada tahun 2020. Ketika itu, beliau merakamkan versi demo bersama penyanyi Malaysia, SYA, namun arah muziknya belum jelas sehinggalah pihak Def Jam Malaysia mencadangkan kerjasama bersama tlinh. Selepas beberapa kali berkunjung ke Ho Chi Minh City, projek ini akhirnya menjadi kenyataan.

    Sementara itu, tlinh melihat “Polite” sebagai peluang untuk bereksperimen dan meluahkan sisi emosinya dengan cara baharu. Beliau menyifatkan pengalaman bekerjasama dengan SonaOne sebagai sesuatu yang mudah dan menyeronokkan, malah menghargai cara SonaOne memberi kebebasan dalam proses kreatif.

    Video muzik “Polite” turut menambah nilai istimewa kepada kolaborasi ini apabila ia dirakam sepenuhnya di Ho Chi Minh City. Dengan latar kota yang hidup dan sinematik, video tersebut menggambarkan keseimbangan antara keintiman dan jarak, menggambarkan konflik batin yang menjadi inti lagu ini.

    Setelah bertahun menanti, SonaOne akhirnya mempersembahkan karya ini kepada dunia sebagai satu bentuk kejujuran dan refleksi diri. “Jika lagu ini dapat membuat seseorang berasa kurang keseorangan walau hanya untuk tiga minit itu, maka saya sudah berjaya,” ujar SonaOne. “Polite” akan dilancarkan di semua platform penstriman utama pada 4 November 2025.

  • Amira Othman and Irfan Haris Present Debut Duet “Rasa & Takdir” Under Sony Music Malaysia

    A dream that has been nurtured for years is finally realized as Malaysia’s much-loved siblings, Amira Othman and Irfan Haris, come together once more in their latest duet single, Rasa & Takdir, released under Sony Music Entertainment Malaysia. Fans have long anticipated the reunion of this brother-sister pair, and although the idea had surfaced many times, the perfect composition only recently arrived. The track was written by Irfan alongside their cousin, composer Syafiq Rashid, and Wan Salleh, with a melody that immediately resonated with Amira, sparking the collaboration into motion.

    Music has always been at the heart of Amira and Irfan’s family life. From casual singing sessions at home to careers that placed them on professional stages, their voices have evolved in harmony over the years. This connection naturally flowed into the recording of Rasa & Takdir, giving the song a sense of ease and emotional depth that only siblings could capture. For both artists, the project holds significance not only as a professional milestone but also as a personal fulfilment of a long-cherished dream.

    At its core, Rasa & Takdir is more than a contemporary pop ballad. It carries themes of prayer, life’s challenges, and the guiding presence of destiny. The message behind the song reflects the reality that answers to prayers often appear in unexpected ways and that every joy and struggle is part of a divine plan. It serves as a reminder of gratitude, reflection, and faith in the journey that has been written for each individual.

    From a musical perspective, the single introduces a lighter and refreshing approach while still retaining the heartfelt qualities that both Amira and Irfan are known for. The result is a song that feels modern, sincere, and relatable, offering an easy-listening experience that can appeal to a wide audience.

    For Amira, this release is a special gift to fans who have been waiting patiently, symbolizing the love and bond between siblings. Irfan views it as the start of more exciting projects to come, believing that with the support of Sony Music Entertainment Malaysia, there is great potential for future collaborations that continue to highlight their shared artistry.

  • Hael Husaini Persembahkan Karya Terkini Menerusi “Peluk” dan “Alangkah”

    Hael Husaini Persembahkan Karya Terkini Menerusi “Peluk” dan “Alangkah”

    Hael Husaini terus melangkah dalam perjalanan seninya dengan penuh keikhlasan apabila kembali menyentuh hati para peminat melalui pelancaran dua single terbaharu berjudul “Peluk” yang menampilkan duet bersama Nadeera serta “Alangkah”, di bawah terbitan Rocketfuel Entertainment. Kedua-dua lagu ini membawa pendengar merasai pelbagai sisi cinta, daripada kerinduan yang hangat sehinggalah kesedihan penuh melankolia, malah turut dipilih sebagai runut bunyi rasmi bagi dua drama bersiri Astro yang kini menjadi perhatian ramai.

    “Peluk” mengetengahkan tema hubungan jarak jauh, sebuah balada romantis yang mengisahkan rindu yang tidak pernah padam serta harapan untuk bertemu kembali dengan insan tersayang. Lagu ini menjadi lagu tema untuk drama “Mandul Bukan Pilihan” lakonan Hun Haqeem, Mira Filzah dan Ayda Jebat. Bagi Hael, “Peluk” amat dekat di hatinya kerana ia menggambarkan realiti ramai pasangan pada masa kini yang terpisah kerana kerja, pelajaran mahupun keadaan hidup. Beliau menulis lagu ini sebagai ungkapan rindu yang walaupun pahit, tetap memiliki keindahan. Istimewanya, karya ini turut menemukan semula gandingannya dengan Nadeera selepas kejayaan lagu raya “Meriah Lain Macam”. Hael menganggap Nadeera seorang penyanyi yang penuh kejujuran dalam menyampaikan emosi, manakala Nadeera pula menganggap peluang ini sesuatu yang sangat berharga kerana lagu tersebut bukan sekadar tentang cinta jarak jauh, tetapi tentang kasih sayang yang tetap utuh meski diuji.

    Sementara itu, single “Alangkah” pula menampilkan sisi berbeza dengan nuansa lebih melankolik. Lagu ini dipilih sebagai OST untuk drama “Thariq Ridzwan” lakonan Meerqeen dan Qasrina Karim. “Alangkah” meluahkan rasa cinta yang mendalam, disulami harapan tentang takdir yang mungkin tidak berpihak. Menurut Hael, ilham tercetus daripada pengalaman orang terdekatnya yang pernah melalui cinta yang tidak berakhir seperti diinginkan. Baginya, walaupun cinta itu menyakitkan, tetap ada sesuatu yang indah untuk dikenang, dan itulah yang ingin disampaikan melalui lagu ini. Dengan melodi balada yang penuh rasa, Hael menampilkan sisi reflektifnya sebagai pengkarya yang sentiasa mencari keseimbangan antara keindahan dan kepedihan.

    Menariknya, kedua-dua lagu ini pada asalnya dirancang untuk dimuatkan dalam album sambungan “Antonim: Part II”. Namun selepas dipersembahkan secara eksklusif di konsert “Hael Husaini & Repertoire”, sambutan hangat daripada peminat mendorong Rocketfuel Entertainment melancarkannya lebih awal sebagai single digital. Hael sendiri terharu dengan permintaan ramai yang mahu lagu-lagu itu segera dikeluarkan, kerana baginya muzik bukan sekadar karya tetapi sesuatu yang benar-benar bermakna untuk dikongsi bersama pendengar.

    Melalui pelancaran “Peluk” dan “Alangkah”, Hael berharap pendengar dapat menemukan diri mereka dalam lirik dan melodi yang ditulis. Beliau percaya muzik adalah cerminan hati, di mana “Peluk” boleh menjadi penguat buat mereka yang merindui, manakala “Alangkah” pula mampu menjadi peneman kepada yang melalui hubungan jarak jauh. Kedua-dua lagu ini kini boleh didengarkan di semua platform digital utama termasuk Spotify, Joox, Deezer, KKBox, Apple Music dan YouTube Music, manakala muzik video rasmi bagi kedua-duanya sedang dalam proses pembikinan dan dijangka dilancarkan tidak lama lagi.

  • Lagu Emosional ‘Nadhif’ Jadi Tanda Kasih Isa Azry Buat Ibu Tercinta

    Lagu Emosional ‘Nadhif’ Jadi Tanda Kasih Isa Azry Buat Ibu Tercinta

    Penyanyi baharu dari Perak, Isa Azry tampil dengan single pertamanya berjudul “Nadhif”, sebuah lagu balada sarat emosi yang mengisahkan kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu. Lagu ini merupakan hasil ciptaan bersama Jeremy Erskine, Amyr Abadawn dan Magix Mpire di bawah naungan Luncai Emas Sdn. Bhd. Melalui liriknya, “Nadhif” membawa pendengar menyusuri perjalanan hidup seorang wanita sejak zaman remajanya hingga menjadi tonggak keluarga, sebagai simbol penghormatan kepada semua ibu yang berkorban tanpa keluh kesah.

    Isa Azry yang mula dikenali melalui aplikasi TikTok melihat pelancaran single ini sebagai langkah awal penting dalam kerjaya muziknya. Menurutnya, penghargaan yang besar diberikan kepada Luncai Emas dan semua yang terlibat dalam menjayakan karya ini. Lagu “Nadhif” dirakam di Exuism Record, Singapura dengan penerbitan oleh Amyr Abadawn dan Magix Mpire. Walaupun masih baharu dalam industri, Isa berjaya menyampaikan nyanyian dengan penuh penghayatan dan kejujuran, disokong susunan muzik lembut yang menambahkan kesan emosi. “Nadhif” membawa mesej kerinduan dan kesyukuran seorang anak terhadap ibunya, sekali gus mengingatkan bahawa kasih seorang ibu sentiasa abadi.

    Menurut komposer dan penulis lirik, mereka bersyukur diberi peluang menghasilkan lagu ini yang ditujukan khas buat para wanita serta anak-anak di luar sana, khususnya untuk menzahirkan nilai dan pengorbanan seorang ibu. Mereka berpesan agar setiap insan menghargai ibu selagi masih ada peluang kerana kasih ibu tidak ternilai dan tiada gantinya. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada pihak Luncai Emas atas kepercayaan yang diberikan dalam menerbitkan karya ini dengan harapan agar “Nadhif” dapat menyentuh hati ramai dan memberi makna mendalam.

    Muzik video rasmi “Nadhif” boleh ditonton menerusi saluran YouTube Luncai Emas manakala single ini turut tersedia untuk distrim di semua platform digital.

  • Black & Adira Satukan Rasa dan Suara Dalam Duet Terkini, Memilih Kamu

    Black & Adira Satukan Rasa dan Suara Dalam Duet Terkini, Memilih Kamu

    Black Hanifah dan Adira Suhaimi kembali menyatukan bakat dalam sebuah lagu balada duet berjudul Memilih Kamu. Lagu ciptaan Mas Dewangga dan Jova Devito ini hadir dengan sentuhan emosi yang mendalam, hasil karya dua komposer muda yang sering mencuri perhatian di pentas Anugerah Juara Lagu. Menurut Black, lagu ini membawa kisah persahabatan seorang lelaki dan wanita, namun dalam diam lelaki itu menyimpan rasa cinta yang tidak pernah diluahkan. Dia memilih untuk memendam perasaan dan hanya mendoakan kebahagiaan sahabatnya walaupun hatinya terluka melihat wanita tersebut bersama orang lain. Akhirnya, takdir mempertemukan mereka berdua sebagai pasangan, penamat yang disifatkan Black sebagai penuh syukur.

    Bagi Adira, Memilih Kamu menjadi simbol cinta yang tidak tercapai. Walaupun tidak dapat bersama, kasih yang hadir tetap ingin disampaikan, malah individu itu tetap memilih untuk ada dan menyokong dari kejauhan. Adira menambah, proses rakaman berjalan lancar walaupun dilakukan secara berasingan kerana melodi dan lirik sudah cukup kuat untuk menyampaikan rasa. Tanpa perlu berada dalam studio bersama Black, emosi lagu tetap dapat diterjemahkan dengan baik.

    Black pula menganggap pengalaman rakaman ini memberikan kelainan baharu pada karya seninya. Dengan tempoh kurang daripada satu jam, sesi rakaman berjalan pantas hasil kerjasama profesional bersama Mas Dewangga. Baginya, hasil akhir lagu ini memperlihatkan warna muzik yang segar dan berbeza daripada karya terdahulu.

    Penggambaran muzik video dilakukan di Bukit Fraser, lokasi yang menurut Black memberikan suasana indah dan kenangan istimewa. Walaupun perjalanan bermula seawal pagi dan penggambaran hanya dapat dijalankan selepas matahari terbit, ia tetap menjadi pengalaman yang berharga.

    Mas Dewangga menjelaskan bahawa lagu ini memang dicipta khusus untuk Black dan Adira kerana ia dipilih sebagai lagu tema sebuah drama. Sejak awal, format duet sudah ditetapkan agar sesuai dengan jalan cerita yang mengangkat watak utama lelaki dan wanita. Memilih Kamu diterbitkan oleh Nova Music Malaysia dan boleh distrim di semua platform digital bermula Jumaat, 22 Ogos 2025. Video muzik rasminya turut akan dilancarkan pada hari yang sama jam 3 petang di saluran YouTube Nova Music Videos melalui pautan https://youtu.be/W1Cc7KqbTjk?si=97cugvxJzePm_kf_.

  • Artis Dari Malaysia, Indonesia & Brunei Bergabung Dalam Projek “Kota Ini Tak Sama Tanpamu”

    Artis Dari Malaysia, Indonesia & Brunei Bergabung Dalam Projek “Kota Ini Tak Sama Tanpamu”

    Dalam semangat meraikan muzik tanpa sempadan, tiga artis muda yang semakin menyerlah di Asia Tenggara iaitu Nadhif Basalamah dari Indonesia, Aisha Retno dari Malaysia dan Aziz Harun dari Brunei telah bekerjasama menghasilkan single terbaru berjudul Kota Ini Tak Sama Tanpamu. Lagu penuh emosi ini kini boleh didengarkan di semua platform penstriman digital utama.

    Kota Ini Tak Sama Tanpamu dicipta bersama oleh Nadhif Basalamah, Aziz Harun dan Aisha Retno pada tahun 2024. Kolaborasi ini melahirkan sebuah karya yang sarat dengan perasaan mendalam. Kalimat kota ini tak sama tanpamu membawa maksud bahawa sesebuah kota bukan hanya sekadar latar tempat tetapi turut mencerminkan perasaan dan perjalanan hidup seseorang. Sebuah kota boleh terasa suram atau penuh warna bergantung pada siapa yang berada di sisi ketika itu. Walaupun jauh di kota perantauan, kehadiran insan yang memahami serta menemani memberikan rasa selesa dan keterikatan. Hal ini menggambarkan bahawa rumah bukanlah semata soal lokasi tetapi tentang orang yang sentiasa ada bersama.

    Lagu ini tercipta secara spontan ketika kunjungan singkat Nadhif ke Kuala Lumpur sempena Hari Raya Aidiladha tahun lalu. Dalam suasana santai di studio Faithful Music beliau bertemu dengan Aisha dan Aziz tanpa sebarang perancangan lalu mereka mula menulis lagu tersebut. Beberapa bulan kemudian Aziz dan Aisha terbang ke Bali untuk bertemu dengan Petra Sihombing iaitu penerbit terkenal dari Indonesia bagi merakam versi awal lagu ini. Rakaman akhir kemudiannya disempurnakan secara berasingan di negara masing-masing sebelum digabungkan oleh Petra.

    Petra Sihombing bukanlah nama asing dalam industri muzik Indonesia. Beliau merupakan penyanyi, penulis lagu dan penerbit yang pernah bekerjasama dengan artis seperti Bernadya, Isyana Sarasvati dan Raisa. Sentuhannya yang moden, segar serta penuh emosi menjadikan Kota Ini Tak Sama Tanpamu sebuah karya pop yang istimewa dari awal hingga akhir.

    Aziz Harun berkongsi bahawa lagu ini membuatkan beliau teringat kenangan indah bersama rakan-rakan rapat di Kuala Lumpur ketika mereka tidak mahu hari itu berakhir. Sebagai seseorang yang baru menetap di kota ini, beliau merasakan Kuala Lumpur mempunyai pesona istimewa. Ketika Nadhif datang dengan idea untuk menulis tentang kota itu bagi pasangannya yang kini merupakan tunang, Aziz memahami betul maksud yang ingin disampaikan. Proses rakaman di Ubud, Bali bersama Petra turut menjadi pengalaman menyeronokkan terutama ketika mereka keluar sebentar untuk berehat dan kembali semula ke studio mendapati Petra telah menyiapkan hampir keseluruhan gubahan muzik termasuk solo gitar.

    Nadhif Basalamah pula menyatakan bahawa lagu ini bermula dengan suasana santai dan natural. Beliau pada awalnya hanya mahu menghabiskan masa di Kuala Lumpur sambil menulis lagu bersama rakan baharu. Namun idea kecil di studio itu berkembang menjadi sebuah karya yang akhirnya menghubungkan tiga negara. Beliau turut berasa bersyukur kerana Aisha dan Aziz dapat membawa emosi serta warna mereka tersendiri ke dalam lagu ini.

    Aisha Retno menambah bahawa bekerjasama dengan Nadhif dan Aziz terasa seperti bertemu rakan lama walaupun ini merupakan kali pertama mereka berkolaborasi. Lirik lagu ini menurutnya memiliki rasa manis dan sedikit bersahaja apabila seseorang cuba memujuk untuk menyambung cuti di kota tersebut. Beliau percaya ramai yang pernah melalui perasaan seperti itu, ketika jatuh cinta dan tidak mahu masa berharga itu berakhir.

    Dengan lirik yang menyentuh hati, harmoni vokal yang lembut serta sentuhan produksi pop kontemporari, Kota Ini Tak Sama Tanpamu berjaya menangkap rasa rindu yang menjadikan sesebuah kota terasa berbeza tanpa insan istimewa di sisi. Lagu ini kini boleh didengarkan dan dimuat turun di Spotify, Apple Music, YouTube Music, Deezer serta semua platform penstriman digital utama.

  • Andi Bernadee muncul dengan single terbaru Siapakah Namamu

    Andi Bernadee muncul dengan single terbaru Siapakah Namamu

    Penyanyi dan komposer berbakat, Andi Bernadee kembali memeriahkan industri muzik dengan single terbarunya berjudul Siapakah Namamu. Lagu ini mengisahkan keindahan pertemuan cinta yang tidak disangka-sangka, hasil kolaborasi erat bersama Kuizz dan The T, dengan Kuizz mengambil peranan sebagai penerbit serta penyusun muzik.

    Bagi Andi, Siapakah Namamu membawa pendengar merasai detik manis saat hati terpaut pada pandangan pertama, di mana rasa ingin mengenali insan istimewa itu mula berputik. Ia bercerita tentang penantian seseorang terhadap cinta, dan apabila cinta itu akhirnya hadir, keindahan rupa dan pesonanya membuatkan hati terpanggil untuk mendekati.

    Inspirasi lagu ini bermula apabila Andi menerima sebuah melodi daripada The T yang terus menarik perhatiannya sejak pertama kali didengar. Menurutnya, melodi tersebut mempunyai keistimewaan tersendiri dan berbeza daripada rentak yang pernah dihasilkan dalam karya-karya terdahulunya.

    Selain menjadi penyanyi, Andi atau nama penuhnya Andi Azrul Andi Mapangile turut terlibat dalam penulisan lirik bagi memberi sentuhan peribadi. Beliau mahu memastikan karya ini menampilkan identiti dirinya supaya ia lebih dekat di hati peminat.

    Proses rakaman berjalan lancar tanpa mengambil masa terlalu lama, namun Andi mengakui cabaran utama terletak pada teknik kawalan vokal. Walaupun melodinya kedengaran ringkas, ia memerlukan kawalan yang tepat terutama pada bahagian melodi yang turun naik. Keunikan inilah yang menjadi daya tarikan utama lagu ini.

    Andi turut mengucapkan penghargaan kepada Kuizz dan The T atas dedikasi mereka sepanjang proses penghasilan lagu ini. Beliau berasa selesa bekerjasama dengan mereka dan terbuka untuk meneruskan kolaborasi pada masa akan datang.

    Menurut Andi, lagu ini sesuai dinikmati ketika sedang asyik mengenali seseorang yang baru menawan hati. Cukup sekadar memainkannya untuk merasai sendiri getaran cinta yang diceritakan.

    Siapakah Namamu boleh mula didengar di semua platform penstriman digital pada 15 Ogos 2025, manakala muzik videonya akan dilancarkan secara eksklusif di saluran YouTube rasmi Andi Bernadee.

  • ROZIANA CINDY KEMBALI DENGAN SINGLE EMOSI “TINGGALKAN LUKA”

    ROZIANA CINDY KEMBALI DENGAN SINGLE EMOSI “TINGGALKAN LUKA”

    Selepas kejayaan single “Paling Sejati” yang berjaya meraih hampir 150,000 penstriman di Spotify dan 300,000 tontonan di YouTube, penyanyi serantau berbakat besar, Roziana Cindy, kini kembali dengan sebuah karya yang lebih mendalam bertajuk “Tinggalkan Luka”.

    Lagu ini merupakan hasil kolaborasi bersama komposer tersohor dari Indonesia, Ilham Baso, yang terkenal dengan lagu-lagu penuh emosi seperti Bukan Dia Tapi Aku dan Menjaga Jodoh Orang Lain. “Tinggalkan Luka” menyelami kisah tentang hati yang patah, keberanian untuk melepaskan, dan kekuatan untuk bangkit semula.

    Dengan susunan muzik yang lembut serta vokal yang penuh emosi, lagu ini menonjolkan sisi Roziana yang lebih rapuh, reflektif dan menyentuh perasaan. Ia membawa mesej penyembuhan yang mendalam, melepaskan luka lama dan tidak membenarkan kesakitan masa lalu menentukan siapa diri kita.

    “Saya sangat bersyukur dapat bekerjasama dengan Ilham. Melodi dan emosi yang dibawa benar-benar memberi nyawa kepada lagu ini,” ujar Roziana, yang turut bertindak sebagai penerbit eksekutif untuk projek ini.

    Ilham pula memuji kekuatan vokal dan kejujuran Roziana dalam menyampaikan makna lagu ini. “Roziana punya suara yang membawa keikhlasan. Lagu ini tentang kehilangan dan harapan, dan saya percaya ramai yang akan rasa terhubung dengannya,” katanya.

    Pelancaran single ini sekaligus menandakan fasa baharu Roziana dalam perjalanan seninya, memperkukuh kedudukannya dalam industri muzik serantau. “Tinggalkan Luka” memperlihatkan kematangan beliau dari segi emosi dan ekspresi artistik.

    Single “Tinggalkan Luka” dilancarkan secara rasmi pada 25 April 2025 dan boleh distrim di semua platform digital utama termasuk Spotify, Apple Music, YouTube Music dan Deezer. Video lirik rasmi turut dilancarkan pada hari sama di saluran YouTube rasmi Roziana Cindy.