Musisi asal Bogor, Featuz, kembali dengan karya terbaru berjudul “People Never Change”, sebuah single reflektif yang lahir dari perjalanan personal serta fase hidup baru yang ia jalani dalam beberapa tahun terakhir. Lagu ini menjadi rilisan pertamanya sejak album debut Humans and Everything in Between (2023) dan sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan musikal maupun kehidupannya secara pribadi. Karya ini berangkat dari masa jeda dan keheningan yang ia alami setelah perilisan album tersebut, sebuah periode yang diiringi perubahan signifikan dalam hidupnya, termasuk pernikahan yang telah dijalaninya selama dua tahun terakhir. Dari pengalaman itu, Featuz menemukan pemaknaan baru tentang perubahan, yang menjadi bantahan atas anggapan sinis bahwa manusia tidak pernah berubah. Melalui lagu ini, ia menegaskan bahwa cinta yang tulus mampu mengubah seseorang secara alami tanpa paksaan.
Secara emosional, “People Never Change” menyampaikan perasaan menemukan rumah, bukan sebagai tempat, melainkan sebagai seseorang. Lagu ini menangkap rasa lega, hangat, dan tenang ketika seseorang akhirnya merasa cukup serta diterima apa adanya, menjadi potret tentang pertumbuhan dan perubahan yang dijalani bersama, serta keyakinan bahwa cinta yang nyata memungkinkan hal tersebut terjadi. Proses penulisan lagu dimulai dari progresi chord dengan tujuan menciptakan rasa resolusi dan kelegaan setiap kali beat masuk. Melodi dan tangga nada kemudian berkembang secara organik hingga lirik mengalir secara natural. Berbeda dari kebiasaannya yang sering menghasilkan banyak draft, Featuz merasa lirik lagu ini langsung mewakili pesan dan perasaan yang ingin ia sampaikan.
Dalam proses kreatifnya, Featuz juga mencoba pendekatan baru dengan memikirkan tema dan emosi terlebih dahulu sebelum masuk ke aspek teknis. Lagu ini bersifat sangat personal dan dikerjakan melalui refleksi mendalam atas kehidupan yang sedang ia jalani, dengan berbagai medium seperti film, artikel, dan wawancara sebagai sumber inspirasi untuk menggali makna yang lebih dalam. Sementara itu, artwork single “People Never Change” digarap oleh Hazbi Faizasyah menggunakan kamera film analog Canon FX dan Mamiya RB67 dengan teknik slow shutter, menghasilkan visual yang samar, hangat, dan abstrak sebagai representasi perubahan yang terjadi secara perlahan melalui cinta. Pendekatan visual ini sengaja menghindari ketajaman, menghadirkan nuansa nostalgia yang terasa seperti kenangan yang bergerak.
Proses pengerjaan single ini juga menghadirkan sejumlah momen berkesan, termasuk kolaborasi dengan Hazbi Faizasyah dan Jazlyn Melody yang sebelumnya merupakan fotografer pre-wedding Featuz dan istrinya. Pengambilan gambar artwork dilakukan di taman depan rumah mereka, menciptakan suasana yang intim dan terasa seperti sebuah perjalanan yang kembali utuh. Proses rekaman berlangsung di Studio 45, studio pribadi Featuz dengan ruang rekaman baru yang digunakan untuk pertama kalinya dalam proyek ini, serta melibatkan Opay dari Swellow sebagai pengisi drum. Secara musikal, lagu ini menjadi ruang eksplorasi baru dengan penggunaan berbagai synthesizer seperti Yamaha Motif XF8, Nord Stage 3, Mini Nova, dan Sequential Prophet X untuk membangun nuansa hangat dan dreamy. Ia juga menggunakan bass pertamanya, Squier Affinity yang telah dimodifikasi, serta drum Yamaha Maple Custom dengan pendekatan rekaman bergaya lama agar terdengar kering dan intim, dilengkapi cymbals dari brand lokal Indonesia, Nebulae. Seluruh elemen diramu dengan pendekatan minimalis agar setiap suara memiliki makna.
“People Never Change” juga menandai langkah baru Featuz bersama ENS Management dan menjadi single pertamanya di bawah naungan Demajors Records, dengan dukungan tim manajemen, label, serta sang istri sebagai bagian penting dalam proses penciptaannya. Melalui lagu ini, Featuz berharap pendengar dapat merasakan kehangatan, ketenangan, dan rasa pulang, sebagai pengingat bahwa perubahan adalah hal yang mungkin, terutama ketika dilakukan demi orang yang dicintai. Ia menegaskan bahwa rumah bukan sekadar tempat, melainkan perasaan yang kerap ditemukan dalam diri orang lain. Ke depannya, lagu ini akan menjadi pembuka menuju EP Home Again…, sebuah proyek yang akan mengeksplorasi makna rumah dari berbagai perspektif seperti kehilangan, kerinduan, keikhlasan, hingga cinta, sekaligus diiringi rencana perilisan video musik yang disutradarai oleh Hazbi Faizasyah.